oeoe-op

Bebaskan Palestina..

January 6, 2009 – 2:14 am
Subhanallah..

Rasulullah SAW dengan perjuangan yang dahsyat dan pertolongan dari Allah SWT berhasil merubah bangsa-bangsa terdahulu yang selalu merasa bangsanya paling kuat, berselisih dan berperang menjadi umat yang berakhlak baik dan mulia. Rasulullah SAW menyatukan mereka dalam suatu wadah yaitu Ukhuwah Islamyah.

Ketika ada saudaranya yang dianiaya atau di dzolimi, rasa kesukuan, golongan, dan nasionalisme mereka tinggalkan. Mereka akan akan membantu dengan segenap tenaga dan pikiran yang mereka miliki agar saudaranya terbebas dari aniaya. Seperti kata pepatah " Tangan terluka, mulut mengaduh". Begitupula dengan umat Islam, mereka akan merasa sakit bila ada saudaranya disakiti.

Lantas kemana saja mereka sewaktu saudaranya di Afghanistan di bombardir oleh Amerika dan sekutunya, sewaktu pejuang dan rakyat palestina dikejar-kejar tentara israel, sewaktu Amerika dan sekutunya meng-insvasi Irak, Sewaktu anak-anak Libanon tewas tak berdaya dihujani rudal zionis…

Kemana mereka…!!??

"Negara kita juga sedang susah, ngapain mikirin negara lain", "Itu kan urusan negara mereka masing-masing.."

Beberapa penggal kalimat tersebut sering kita dengar bahkan kita ucapkan bila kita bicara tentang saudara kita yang teraniaya itu. Padahal mereka tau yang mereka bicarakan itu saudara mereka yang se-Akidah dengan mereka.
 

MasyaAllah..Bahkan perbedaan aliran menjadi alasan mereka untuk tidak membantu..Astaghfirullah.

Ok-lah mereka bangsa lain, suku lain, Umat Islam yang tidak sepaham dengan kita, itu urusan kedaulatan egara mereka, dan lain-lain.. tapi ingat mereka juga manusia sama seperti kita, Dan sebagai manusia yang memiliki perasaan dan hati nurani, apakah kita akan membenarkan pembantaian itu? karena kita semua juga tau korban-korban yang berjatuhan adalah warga sipil yang terdiri dari orangtua, wanita dan kebanyakan anak-anak yang belum berdosa…

Kemana hati nurani kita..!!??

 

Idul Adha..

December 16, 2008 – 11:38 am

Baru beberapa minggu setelah tanggal 10 Dzulhijjah, tapi suasana Idul Adha sudah tidak terasa lagi. Terasa sekali bedanya dari tahun ke tahun.

Bicara tentang Idul Adha memang tidak akan lepas dari ibadah Qurban, dan kalo bicara kurban rasanya tidak lengkap kalo tidak mengingat lagi kisah atau sejarah dari ritual Qurban itu sendiri.

Qurban adalah bentuk kepatuhan seorang hamba kepada Allah dengan cara menyembelih hewan qurban. Hikmah lainnya adalah bentuk kepedulian terhadap sesama, karena utamanya daging qurban diberikan kepada yang membutuhkan.

Nabi Ibrahim adalah contoh kepala keluarga yang selalu mengedepankan perintah Allah daripada ego-nya sendiri. Seorang anak yang kelahirannya Beliau tunggu selama bertahun-tahun dengan ikhlas beliau kurbankan karena perintah Allah yang datang lewat mimpinya.

Seorang Nabi Ismail pun merupakan contoh anak sholeh yang taat kepada orang tuanya, tanpa berpikir beliau menyambut permintaan ayah-nya itu dengan ikhlas.

"..Kalo memang Allah memerintahkan untuk menyembelihku, lakukanlah.."

Sosok istri yang sholehah juga tergambar dalam sosok Siti Hajar, Ibunda Nabi Ismail. Beliau pun ikhlas anak satu-satunya disembelih atas perintah Allah.

Subhanallah.. Sungguh potret keluarga yang seharusnya menjadi contoh dan panutan bagi keluarga-keluarga muslim. bagaimana kemampuan mereka untuk mengenyampingkan kepentingan pribadi dan selalu mengharap ridha Allah semata.

Kalo boleh membandingkan dengan perilaku keluarga muslim zaman sekarang rasanya seperti "punduk merindukan bulan" untuk dapat meniru keluarga Nabi Ibrahim. memang tidak sedikit juga keluarga yang berusaha untuk selalu dalam ridha-Nya, tapi sepertinya lebih banyak yang jauh dari ridha-Nya.

Jarang sekali orang tua mau mengajak anak-anaknya untuk selalu mendekatkan diri dengan Rabnya. Bahkan Mereka mungkin akan lebih merasa bangga bila anaknya lulus dengan nilai yang baik dibandingkan bila anaknya bisa membaca AlQuran. Mereka akan "cuek" bila anaknya tidak mengerjakan sholat tapi akan marah bila anaknya tidak mengerjakan PR.

Begitupun dengan anak-anak mereka. Tidak jarang seorang anak membangkang perintah orang tuanya walopun perintah itu untuk kebaikan dirinya.

Apakah kecintaan orangtua kepada anak harus mengalahkan kecintaan mereka kepada Allah??

Apakah mereka sudah siap mempertanggung jawabkan "titipan" Allah itu kelak?

Wallahu’alam


Tamu Agung..

November 20, 2008 – 4:56 am


Pernah menerima tamu penting..??

"Bete ih..!!, karena tiba-tiba gw disuruh beres-beres rumah, ngepel, masukan barang-barang ga penting, ngerapikan barang-barang gw dll. Cuma karena bokap gw mau terima tamu"

Gerutu temen gw di telpon, waktu tiba-tiba ayahnya nyuruh beres-beres rumah. kala itu gw masih Sekolah. Kalo dipikir-pikir memang sudah "dari sananya" manusia selalu menyambut kedatangan orang yang dihormati, disayangi, diharapkan dengan berbagai persiapan yang maksimal.

Sebagai contoh dari level negara, kita bisa lihat bagaimana "pusingnya" persiapan suatu negara jika akan menyambut tamu dari negara lain, entah itu untuk kunjungan kepala negara atau-pun duta-dutanya.

Tingkat daerah pun mungkin sama, tak jarang kita lihat perbaikan jalan, pengamanan ketat, pembersihan dimana-mana hanya untuk menyambut kunjungan presiden atau pejabat dan teman-temannya.

Dalam kehidupan masyarakat sehari-hari pun dapat kita temui fenomena ini. Orang-orang akan berperilaku baik, sopan, menutup aurat dan bela-belain pinjem kerudung(mungkin) bila kedatangan tamu seorang ulama ,kiyai atau setingkatnya.

Dirumah, gw pernah mengalami sendiri bagaimana sibuknya orang rumah "menyembunyikan" barang-barang yang gak dianggap penting, merapikan rumah, berpakaian sopan karena calon mertua kakak gw akan datang berkunjung.

Hmmh.. ternyata persiapan maksimal adalah harga mati untuk menerima tamu yang kita hormati, hargai. dengan kata lain apapun kita perbuat agar tamu agung itu nyaman dirumah kita.

Gw sempat membayangkan bagaimana jika seorang Rasulullah SAW berkunjung kerumah kita ya..? sehari saja!

"Apa yang harus kita lakukan..??" Panik, bingung, malu, atau apa??

Gw pribadi, Gw akan bereskan rumah senyaman mungkin. Poster, gambar dan foto-foto yang tidak pantas dipajang bakal gw turunin semua dan gw ganti dengan sesuatu yang pantas dilihat sesuai tuntunan Beliau.

Gitar,asbak, rokok, buku, majalah-majalah dan barang-barang "aneh" lainnya akan gw ganti dengan bacaan-bacaan Islami, benda islami dan Al-Quran tentunya.

Gw dan keluarga akan berpakaian selayaknya pakaiannya muslim dan muslimat. Semua isi rumah dan perilaku penghuninya akan berubah drastis menjadi "islami" untuk satu hari itu saja.

Kenapa kita lakukan itu ??

Karena tamu yang datang itu adalah seorang Rasul Allah, panutan umat, kekasih Allah. Malu rasanya bila Beliau berkunjung ternyata keadaan rumah, keluarga dan lingkungan kita tidak sesuai dengan apa yang Beliau tuntun dan ajarkan.

Jadi berubah dulu selama sehari itu untuk menghormati kedatangan beliau. Lalu bagaimana setelah kunjungan itu selesai. Apakah suasananya akan kembali seperti semula??

Kunjungan Rasulullah sehari saja bisa membuat kita berubah segitu dahsyatnya. Bahkan kunjungan seorang kepala negara, pejabat bahkan seorang ulama-pun kita persiapkan dengan sedemikian maksimalnya.

Bodoh rasanya bila setiap hari dalam hidup kita tidak diisi dengan kebaikan karena kita tahu ada Dzat yang lebih agung dan mulia yang setiap hari berkunjung.

Apakah kita tidak sadar kalo Allah berkunjung ke rumah kita setiap hari? atau kita pura-pura tidak tahu karena tidak melihatNya padahal Dia maha melihat..

Lalu sudahkan ada persiapan untuk menyambut kedatangan-Nya setiap hari, setiap jam, menit dan detik atau bahkan satuan waktu yang lebih kecil dari itu.

Atau hanya biasa saja..??

Wallahualam..


For One More Day..

October 28, 2008 – 2:40 am
 
Tanggal 25 Oktober 2008  merupakan hari bersejarah kota Bogor, hari itu kali pertama pemilihan Kepala Daerah/Walikota secara langsung oleh rakyat kota hujan itu.

Gw sebagai warga bogor yang taat gegap gempita menyambut saat-saat bersejarah itu -halah. Paginya gw pulang ke bogor dan ikut berpartisipasi bersama ratusan ribu warga bogor lainnya mempergunakan hak pilih untuk "Nyoblos" lima kandidat yang sudah lulus seleksi menjadi calon walikota dan wakilnya. Merdeka..!! -apa seeh..??

Setelah nyoblos bersama keluarga, gw langsung rebahan depan TV. Kebetulan acaranya Oprah di Metro yang langsung nongol. sebenernya gw kurang suka liat talkshow kayak gitu tapi ada yang menarik dari tema Oprah waktu itu.

Yang dibahas Oprah adalah sebuah Novel karya Mitch Albom yang berjudul "For One More Day". Novel yang bercerita tentang seorang lelaki putus asa yang mencoba bunuh diri, tapi malah diberi kesempatan bertemu kembali dengan ibunya yang sudah meninggal selama satu hari saja.

 
Mitch Albom sendiri bertutur kepada Oprah bahwa ide dari novel itu muncul ketika suatu hari dia menelpon ibunya dan bercerita banyak kepadanya, selesai bicara dan menutup telpon ada perasaan tidak biasa yang menjalar dihatinya.

Perasaan itu dia terjemahkan kedalam pertanyaan-pertanyaan kepada dirinya sendiri. Bagaimana kalau itu pembicaraan terakhir dirinya dengan ibunya, Bagaimana jika masih banyak yang harus disampaikan tapi ibunya sudah tidak ada. Pertanyaan-pertanyaan itu dia pikirkan dan diolah dalam benaknya menjadi sebuah ide untuk novel barunya.

" Bila anda diberi kesempatan bertemu sehari saja dengan orang yang sudah lebih dahulu meninggal, bersama siapa anda akan menghabiskan waktu sehari itu? "

Team Oprah dan Mitch Albom melakukan survey kepada warga AS, apa yang akan mereka lakukan bila diberi kesempatan bertemu kembali dengan orang yang mereka cintai ?

Dan dari beragam jawaban muncullah dua jawaban popular dari hasil survey itu, yang pertama adalah yang akan orang-orang lakukan bila diberi kesempatan bertemu kembali dengan orang yang mereka cintai dan sudah terlebih dahulu meninggal adalah "meminta maaf". Jawaban popular kedua adalah ""mengatakan cinta".

Novel yang cukup bagus menurut gw, walaupun gw belum pernah baca dan hanya tau isinya dari pembahasan di acara Oprah itu.hehe..

—————–

Mungkin sarapan bareng keluarga adalah hal yang lumrah dan biasa dilakukan setiap pagi sebelum beraktivitas. Tidur dikelonin ibu, dipijit-pijit kecil oleh ayah, berantem dengan kakak, curhat sama om dan tante, menyapa tetangga, dan lain-lain juga hal biasa yang sering gw alami dari kecil sampai gw segede ini.

Semua terasa biasa ajah, karena ibu, ayah, kakak, om, tante, dan tetangga-tetangga gw masih ada dan belum ada yang lebih dahulu meninggalkan kami. Semua akan berubah menjadi luar biasa bila mereka semua sudah ga bersama gw lagi.

Pertanyaan sama pernah gw lontarkan kepada seorang teman yang kebetulan kedua orang tuanya sudah wafat. Dia menjawab :

"Yang dulu gw anggap hal kecil dan biasa. Yang dulu gw anggap bukan hal istimewa dari mereka. Sebaliknya hari ini merupakan sesuatu yang gw ingin ulangi lagi bersama mereka. Gw ingin diantarkan sekolah lagi oleh ibu, gw ingin dimarahi lagi oleh ayah, gw ingin menyicipi masakan ibu lagi, gw ingin dibimbing naik sepeda lagi oleh ayah.. gw ingin.. gw ingin.. "

"Gw ingin bila mungkin, diberi kesempatan sehari saja bersama mereka mengulang hari-hari biasa kami seperti dulu.. sarapan, bercengkrama.. atau sekedar melihat senyum diwajah mereka.."

Gw bisa melihat kesedihan diwajahnya, gw mungkin belum mengalami seperti apa yang sudah dialaminya. Tapi gw bisa meraba betapa dahsyat ditinggal orang-orang yang kita cintai.

Gw hanya berdoa dan berharap semoga gw masih diberi kesempatan untuk melihat wajah ayah, ibu,.. mencium kedua tangan dan kaki mereka.. berbakti dan mengharap ridha dari mereka. Karena Ridha Allah adalah Ridha kedua orang tua kita..Amin

 LU Mom&Dad  :)


Nak..

October 15, 2008 – 3:13 am
Nak.. Jangan terlalu banyak berharap, Aku tidak punya apa-apa untuk ditinggalkan, Aku hanya bisa menitipkan pesan untuk engkau Kelak setelah Bapak-mu ini pergi.

Nak.. Bila kelak kau dianugerahi keterbatasan berfikir, keterbatasan gerak, ataupun keterbatasan harta benda dalam menghadapi persolan hidup, jangan pernah engkau meminta kepada siapapun kecuali kepada Zat yang menggenggam hidupmu.

Nak.. Engkau ku perbolehkan berputus asa atas pertolongan manusia dan makhluk-Nya, tapi jangan pernah berputus-asa atas pertolongan dan rahmat-Nya. Engkau ku perbolehkan marah kepada mahluk-Nya, tapi jangan pernah kau memendam sedikitpun amarah kepada-Nya, bahkan untuk sekedar ragu akan keputusan-Nya.

Nak.. Dia-lah satu-satunya tempat para fakir meminta dimana tiada lagi yang mau memberi, tempat orang tersesat dimana tiada lagi yang mengarahkan, Tempat orang teraniaya dimana tiada lagi pertolongan. Tempat dimana orang mohon ampun dimana tiada lagi yang sudi  memaafkan. Tempat dimana segala keluh kesah, amarah, harapan, cita-cita dan mimpi bersatu menjadi serangkai doa yang akan Dia terima kapanpun dan dimanapun.

Nak.. dahulu kau terlahir tanpa sehelai benang-pun di tubuhmu, Maka carilah pakaian terindah di dunia untuk kau pakai saat kau pulang kelak. Dahulu kau terlahir tanpa seorangpun menemani, maka carilah teman sebanyak-banyaknya agar kau tidak sendiri di tempat abadimu kelak.

Ketahuilah Nak, bahwa Taqwa adalah pakaian terindah yang harus kau miliki dan kau pertahankan. Amal baik adalah sebaik-baiknya teman yang akan turut serta menemanimu.

Nak.. Jangan pernah kau berfikir engkau diciptakan untuk bersenang-senang di dunia. Tidak anakku, engkau adalah mahkluk langit yang sedang turun ke bumi untuk sementara, untuk kemudian akan kembali lagi ke langit. Aku harap kau tidak menggunakan cara-cara bumi untuk menyelesaikan masalahmu di bumi. Tapi pakailah cara langit anak-ku, yaitu cara yang Dia ajarkan melalui Nabi-Nya Muhammad SAW.

Nak.. Jangan kau musuhi saudara-saudara mu hanya karena mereka berselisih paham denganmu. Padahal kau dan mereka sama-sama bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul-Nya. Tapi disisi lain kau duduk semeja, makan sepiring, bahkan membela musuh-musuh agamamu. Padahal kau tau mereka tidak mengakui keberadaan Tuhan dan Nabi-Mu dan berniat menjauhkan kau dari saudara-saudaramu itu.

Nak.. Ketahuilah tidak ada suatu apapun yang dapat membuatku bangga dan senang, kecuali telah kau pertahankan aqidahmu, telah kau bela saudara-saudaramu, dan telah kau tegakkan agamamu dimanapun kau berada.

Selamat tinggal anakku.. Ingatlah selalu pesanku ini.
 

- Bapakmu -


Menjadi Pemaaf..

October 9, 2008 – 4:45 am
Bukan sesuatu yang mudah untuk menjadi seorang pemaaf. Pemaaf adalah suatu kata yang mudah di ucapkan tapi susah di-implementasikan.

Definisi secara bebas Pemaaf adalah sebutan bagi seseorang yang mudah sekali memaafkan kesalahan orang lain baik itu yang disengaja ataupun tidak disengaja, sadar atau tidak sadar, besar atau kecil. Pemaaf juga bisa disejajarkan dengan sifat-sifat manusia yang lain seperti, penyabar, penyayang, pengasih dan lain-lain.

Seorang pemaaf tidak akan memilih-milah kesalahan-kesalahan mana saja yang pantas dimaafkan dan kesalahan-kesalahan mana saja yang tidak pantas untuk dimaafkan. Secara arif dia akan memaafkan semua kesalahan-kesalahan orang lain kepada dirinya tanpa syarat.

Seperti sifat-sifat manusia yang lain, sifat pemaaf yang dimiliki manusia tidak datang secara sendirinya. Walaupun sifat dasar manusia itu sebenarnya adalah seorang pemaaf.

Agar sifat pemaaf tumbuh dalam diri seseorang maka sifat itu haruslah di-latih secara rutin dan terus menerus. Salah satunya adalah dengan latihan dan mempraktekan "pemaaf" itu dalam kehidupan sehari-hari. Karena dengan demikian "pemaaf" akan menjadi suatu kebiasaan bagi diri seseorang dan memaafkan adalah bukan sesuatu yang aneh dalam hidupnya.

Tips lainnya adalah seperti apa yang pernah disampaikan oleh Rasulullah SAW. Beliau bersabda apabila ingin menjadi pemaaf makan ingatlah dua perkara dan lupakanlah dua perkara. Perkara apakah yang dimaksud oleh Rasul SAW itu??

pertama, ingat-ingatlah kebaikan orang lain dan lupakanlah kebaikan kita kepada orang lain.
kedua, ingat-ingatlah keburukan kita kepada orang lain dan lupakanlah keburukan orang lain kepada kita.

Bila dua perkara ini sudah menjadi bagian dari sikap kita dalam pergaulan sehari-hari, insyAllah kita akan menjadi seorang yang pemaaf.

"Taqabalallah minna waminkum, Taqabalallahu Ya Kariim - Mohon Maaf lahir dan Batin"


Analogi ga Nyambung..

September 4, 2008 – 8:19 am

Awal-awal Ramadhan Alhamdulillah gw masih puasa dan sepertinya (gw sadari ato enggak) ada semacam rasa takut, bersalah dan penyesalan yang sangat kalo sempet ga puasa. Jangankan ga puasa bahkan sekedar buat ngomong jorok ato menyalurkan hobi gw (baca:gossip), gw ga berani. hehehe..

Percaya ga percaya, dan bukan bermaksud menyombongkan diri(halah), hanya sekedar sharing aja. gw ga tau perasaan ini datang dari mana, kapan dan siapa yang bawa dan kapan perginya.. maksudnya..??

Ramadhan kali ini ada suatu rasa yang baru dalam jiwa gw, perasaan yang membaur dalam darah gw dan dialirkan kesegala penjuru tubuh. Perasaan yang ga bisa diungkapkan dengan kata-kata. Selalu merasa ada yang memperhatikan gw, ada yang merekam gerak-gerik gw yang akhirnya membatasi langkah yang akan dan sedang gw lakukan. Tapi gw sendiri gak merasa terkekang akan hal itu karena ga ada dorongan sedikitpun buat ngelawannya. Yang ada hanya perasaan damai, sejuk dan aman.Ciee..eee.

Kalo boleh gw analogikan mungkin seperti ini. Kurang lebih beberapa minggu lalu. Gw pulang cepat tapi malang gw ga bawa kunci kosan. Terpaksa gw nongkrong depan kosan, tapi karena bosan ahirnya gw pindah nongkrong ke tetangga sebelah- dirumah itu ada bapa-bapak dan kebetulan juga jual pulsa isi ulang jadi sekalian aja gw beli pulsa.

Cukup lama juga gw ngobrol sambil ditemenin pertandingan sepak bola antara Brazil lawan team mana gitu(gw lupa euy..) di Olimpiade China. Ga berapa lama anaknya yang cowok-baru kelas 1 SMP pulang sekolah.

"Assalamu’alaikum" ucap salamnya lantang abiss..

"Wa’alaikumsalam wr wb " balas kami serentak.

"baru pulang nak, gimana sekolah kamu..bla.bla.bla." lanjut si bapak dengan pertanyaan standar orang tua sama anak-nya.

Gw perhatikan keakraban mereka, sungguh iri ngeliatnya. Si Bapak sepertinya sangat sayang banget sama anaknya, dan sia anak-pun sebaliknya sayang dan hormat sekali sama bapaknya.

"Ari kemana pa?ko ga sekolah, sakit ya..??"

tiba-tiba beberapa orang anak berseragam sekolah SMP mampir dan langsung melontarkan pertanyaa "aneh" itu. Ya "Aneh"-lah karena gw ngeliat dengan mata kepala gw anak yang bernama Ari itu baru ajah pulang sekolah-dan masih pake seragam.

"Ari ada! baru ajah pulang sekolah" jawab si bapak setengah bingung.

"Ga ada pa!? Ari ga keliatan di sekolah hari ini" sergah mereka.

Suasana jadi agak panas, sang bapak udah menunjukkan muka marahnya dan si anak pun udah keliatan gelisah. dan gw cuma bisa senyum-senyum ga jelas doang.hehehe..

Tau sendiri selanjutnya, mungkin anda-anda pun pernah mengalami investigasi dari orangtua anda dengan pertanyaan-pertanyaan yang anda ga bisa dan ga mau jawab.hehehe..

Nah analogi yang mau gw jelaskan tentang perasaan gw ini adalah kurang lebih seperti anak si bapak itu, rasa cemasnya, gelisahnya, merasa bersalahnya, ketakutannya, penyesalannya, semua bercampur dan berbaur jadi satu sewaktu gw berniat, sedang ato setelah melanggar perintahNya.

Sebaliknya orang tuanya yang dengan ikhlas dan tanpa pamrih, menyekolahkan, mengayomi, melindungi, menyayangi anaknya mungkin merasa kecewa dan marah juga setelah tau anaknya tidak melaksanakan kewajiban dengan semestinya. Begitu juga Allah SWT, mungkin akan kecewa sama gw kalo gw gak melakukan perintahNya dan menjauhi laranganNya.

Nyambung ga seeh analogi gw.?? hehe kalo ga nyambung berarti emang ga bisa diungkapkan dengan kata-kata. Tapi intinya Ramdhan kali ini gw merasa lebih baik kali ya.. dan harus lebih baik tentunya. Amiin


Setitik Cahaya Menjelang Ramadhan..

August 29, 2008 – 10:52 am
 
Suatu kali dua bulan menjelang bulan Ramadhan Rasulullah berdoa:
"..Ya Allah Limpahkanlah keberkahan atas diriku pada bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah (usiaku) ke bulan Ramadhan.."
Dari doa Beliau yang singkat namun sarat makna ini, kita bisa menangkap bahwa betapa Rasulullah SAW mendambakan bulan Ramadha, meski masih dua bulan lagi (yaitu bulan Rajab dan Sya’ban) menjelang bulan Ramadhan, Beliau sudah memohon kepada Allah SWT untuk disampaikan usianya kepada bulan Ramadhan.

Hasrat Rasulullah SAW yang demikian mendalam terhadap bulan Ramadhan, kiranya membuat kita bertanya-tanya, merenungi mengapa Beliau SAW sangat mendambakan bulan Ramadhan?

————————

Penggalan isi khotbah Jumat diatas "jujur" bikin darah gw mengalir lebih kencang dari ujung kaki ke ujung kepala, dan juga bikin jantung gw berdebar seperti genderang mau perang (Sorry om dhani, lirik lagunya dipinjem).

Waktu gw tanya hati gw tentang "merindukan Ramadhan" ini, gw cuma bisa merenung.. Bayangkan ajah, Rasulullaha SAW yang seorang nabi dan udah dijamin masuk surga, sampai segitu rindunya sama Ramadhan. Lantas gw, makhluk bejad ini, yang masih syukur dikasih kesempatan hidup karena rahmat Allah yang luas. masih belum berpikir sampai begitu jauh..

———————–

Sebagai orang yang beriman hendaklah hatinya merasa senang akan datangnya bulan Ramadhan ini. kalaupun hatinya belum dihinggapi rasa gembira maka berpura-pura Gembira-lah dalam menyambutnya. lanjut khotib dalam khutbahnya..

———————–

Persis tuh, bener-bener gw banget. malahan lebih parah. Jangankan ngerasa seneng, pura-pura seneng-pun gak pernah ada dipikiran gw. Yang ada gw malah ngeluh :

"Ga minum beberapa jam ajah gw udah haus.. gimana seharian neh.."
"Gimana dong nanti, aktivitas gw bakal gak maksimal neh.."

Beragam alasan gw lontarkan, dari alasan pisik sampai psikologis. Hmmh.. Kemana ajah gw selama ini.. Istighfar oe.. istighfar.

Lalu khutbah ditutup dengan doa oleh khotib, sebenernya ga cuma doa aja seh tapi juga ada sedikit "muhasabah" atau "intropeksi diri" dari khotib. Mengingat dosa-dosa yang pernah dibuat, mengingat kebaikan orang tua yang gak mungkin terbalas, merasakan penderitaan saudara-saudara se-iman lainnya di Palestina,Iraq,Afghanistan dan diseluruh belahan bumi. Yang dengan segala keterbatasan mereka masih istiqomah kepada Allah.

Gak kerasa, air mata gw jatuh membasahi pipi. Waktu itu ga ada sepenggal kata-pun yang keluar dari mulut gw kecuali kata "Astaghfirullah.." Ampuni hambamu ini ya Allah. telah hamba sia-siakan semuanya. .segalanya..

 
-Marhaban Ya Ramdhan, Selamat menunaikan ibadah puasa Mohon Maaf Lahir Bathin- 
 

Unexs-unexs ga Jelas ..

August 20, 2008 – 7:10 am

" Errghh..!! Otak dan badan gw serasa kayak prekedel dicampur nasi dikasih sambel dan ayam goreng -jangan lupa dikasih kecap- trus dikunyah sampai lumat dalam mulut, ditelan dengan kasar sampai pontang-panting menyusuri tenggorokan, diaduk-aduk di lambung-disemprot enzim pencernaan, terapung-apung di usus besar setelah sebelumnya disedot-ditarik di usus 12 jari. Dihisap dan dikeluarkan dengan paksa lewat anus, terombang ambing disungai, terbentur batu-batu tajam dan terpecah belah jadi beberapa bagian. Pecahannya termakan ikan yang dimakan makhluk rakus bernama manusia. Akhirnya kembali mengalami proses seperti diatas lagi terulang-ulang..!!! "

Rasanya pengen cepet-cepet masuk kamar, bercengkrama dengan selimut, berpelukan dengan guling dan menciumi bantal. Terbang sama angan-angan gw ke awang-awang, ngelupain semuanya dan ketemu putri cinderella yang sedang ngesot dengan sepatu basket butut dikakinya. Tangannya tidak bisa lepas dari kedua matanya yang gak berhenti memancarkan air kesedihan dari sumber mata air yang lembut dan sensitif..!

Hmmmh… Semua hanya tertahan di otak gw yang udah penat dan pengen meledak rasanya. Kali ini gw ga bisa kemana-mana, gw terjebak dalam kondisi antara hidup dan mati(halah..). Gw berada di peperangan antara kebaikan dan kejahatan. Tapi gw bingung harus bela yang mana, zaman sekarang susah sekali ngebedain yang jahat dan yang baik. Semuanya bertopeng dan berlagak seperti makhluk Tuhan paling suci. karena secara kasat mata kelakuan antara yang membela kebaikan dan  yang membela kejahatan sama ajah, Hancuur semua..!!

Ga terlalu berlebihan rasanya kalo boleh dibilang, kali ini gw sedang mengalami apa yang orang bilang kram otak. Sumber kehidupan yang manusia miliki(baca:akal dan otak) gw sedang menyampaikan aspirasinya. dia sedang mengalami keinginan keluar dari pakem yang selama ini gw pegang, Dia berontak karena kebosanan-kebosanan yang gw suguhkan. Ketidak tegasan yang gw putuskan, kepalsuan dan kepura pura-an yang gw pendam. Aib-aib yang gw sembunyikan, janji yang gw ingkari, kepercayaan yang gw khianati. Semuanya terangkum dalam bab "kebohongan" yang gw susun tiap harinya.

Entah apa pesan yang ingin disampaikan otak ini, Gw masih berusaha mengolah dan mencerna-nya dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya(Proklamasi kali..). Krisis identitas kembali gw alami, gw mau jadi apa? ato emang gw sudah jadi sampah, gw ini siapa? ato memang diciptakan untuk tidak jadi siapa-siapa. Adakah gw dimata mereka, ato jangan-jangan mereka ga ada dimata gw. sampai detik ini jujur.. Gw masih bingung cuy!!

"Fly high touch the sky… you will die.."


Diawali dengan “Sialan”, diakhiri dengan “Cialan”..

August 7, 2008 – 4:51 am
 
Sialan..!!, hampir aja gw jadi korban tangan-tangan iseng "mereka" buat kedua kalinya. Kenapa gw bilang "mereka", karena emang kalo beraksi ga pernah sendirian. udah kayak ujan beraninya keroyokan dan gerombolan. heuh..!

"Digrepe-in copet lagi !!!.. haha..haha"

"Tampang lo kayak Homo seeh..!!"

Ledek temen gw waktu ngedenger kalo gw hampir kecopetan lagi.

"Dasar lo, emang tampang gw kayak ‘Ryan tukang jagal’ apa???"

Udah dua kali gw dikerjain sama copet dan keduanya di bis PPD 45 jurusan Cililitan-Blok M. Maka Waspadalah..!! Waspadalah..!! bagi anda-anda semua yang sering menggunakan jasa transportasi tersebut.

Kejadian belum lama ini, bedanya kali ini barang-barang gw selamat bin ga ilang alias ga ada yang berhasil mereka gondol. mungkin hari itu hari "apes copet" (dibaca:Copet Monyeets..) hehe..

Seperti biasa tiap sabtu gw mudik ke bogor, dan untuk nyampe ke UKI gw harus naik bis dari blok M yang lewat UKI. Kebetulan waktu itu gw ga terlalu lama nunggu,karena bis PPD 45 Cililitan-Blok M udah nongol. "Tap..tap.." gw dan beberapa penumpang yang lain naik bis dengan riang gembira. Karena bis udah sesak, mau ga mau gw harus berdesak-desakan.

Bermodal pengalaman tiap hari naik bis, berdiri dimanapun gw ga masalah. Bahkan tadinya gw mau naik di diatas kap bis ato nempel di kaca depan,tapi takut dimarahin supirnya -Ya iyalaah -

Ga kerasa gw udah nyampe UKI dan siap-siap turun. Kebetulan waktu itu gw bawa tas sekaligus tentengan(kantong), jadi lumayan agak ribet-lah. karena bawa barang yang lumayan banyak, tas yang biasanya gw gendong didepan, akhirnya terpaksa gw gendong dibelakang.

Sebelumnya agak curiga juga sama dua orang cowok dibelakang gw, tapi karena gw lihat penampilannya tampak seperti orang baik-baik akhirnya gw buang jau-jauh pikiran tu. akibatnya gw jadi mikir kalo mereka bedua "gay". hehe..

"UKI.. abiiiss.. UKI abisss.. " teriak kernet bis.

Gw siap-siap turun diikuti dua cowok tadi, di depan gw turut beberapa penumpang yang mau turun di UKI juga. Tiba-tiba dibelakang gw..

"Sreeettt…sreett..sret.. Kreseek..kresek"

Gw dengar suara yang gak aneh lagi di telinga gw. Yups, suara resleting yang dibuka (Gimana ga hapal,tiap hari gw denger suaranya).

Deeug..! jantung gw berhenti sebentar. Gw takut kecurigaan gw bener kalo mereka "gay" dan gw korbannya. Alamaak..!! Tapi anehnya pikiran gw malah terbang ke kasus kejadian gw waktu kecopetan pertama kali di bis itu juga.

Kejadiannya sekitar pertengahan tahun 2006 dan mereka sukses nge-gondol HP gw. Walopun waktu itu gw sempet megang "tangan" pelaku, tapi gokil hp gw cepet banget ilangnya. "Serrr.." kayak David coperfield ngilang-in patung Liberty. Bedanya kalo patung liberty balik lagi, nah kalo HP gw..!! raib sampe sekarang.

Yang paling bikin gw gondok adalah setelah gw pegang tangannya, itu copet malah cengar-cengir kayak orang ngeledek. Kalo mimik mukanya gw terjemahin kedalam kata-kata mungkin kayak gini bunyinya,

"Hehehe… kenapa mas, bingung nyariin Hp-nya. Cari ajah terus sampe budek ato mau sampe tua juga HP-nya ga bakalan ketemu.. hihihhi.."

Anjriit.!! Akhirnya gw pasrah aja, gw kejar-kejar juga ga bakalan balik HP-nya, yang ada gw jadi bulan-bulanan mereka. Gerombolan cuuuy.. hiiiyy siapa yang gak ngeri. Kalo gw Batman-pun mungkin mikir-mikir kalo mau ngelawan mereka. Dan kejadian itu masih jelas teringat di benak gw sampe sekarang.

Sadar dan curiga kalo kemungkinan kejadian itu terulang lagi cepet-cepet gw nengok kebelakang. Dan kecurigaan gw terbukti, salah satu dari dua orang dibelakang yang gw anggap pasangan "gay" itu sedang asyik ngubek-ngubek tas gw. Setelah sadar aksinya kepergok, tangan yang tadinya ngacak-ngacak isi tas gw refleks berubah jadi seperti orang yang lagi nunjuk ke arah tas gw, dan dengan santai dia bilang:

"Tas-nya kebuka tuh mas.."

Sedikit bingung buru-buru gw periksa tas gw dan tutup resletingnya. Karena macet agak lama juga gw berkutit disitu. Nah selagi gw berusaha tutup resleting, cowok yang ngasih tau tadi teriak sama beberapa orang cowok yang sebelumnya ikut antri turun didepan gw.

"Gw bilang juga tahan dulu.. tahan..!! lolos tuh..!!" teriak dia.

"Seetaaannn…!!!" maki gw dalam hati. tapi gw cuma bisa maki dalam hati karena setelah gw lihat sekeliling cuma gw dan gerombolan copet itu doang yang ada dalam bis.

"Mampus.. dirampok gw!!" Ngeri status gw berubah dari "korban pencopetan" menjadi "korban perampokan" bahkan mungkin bisa jadi "korban pembunuhan" -amit-amit naudzubillah- tanpa pikir panjang buru-buru gw lompat dari bis. persis kayak jagoan-jagoan di film kungfu. Waktu turun dari bis gw sempet teriak sama kernet.

"Copet semua tu bang didalem..!!" teriak gw.

"Emang..!!" jawab dia tanpa dosa.

siiiinngg…..

Gw ga bisa berkata-kata lagi, segera  gw tinggalkan TKP dan ngacir dengan segudang kutukan dan makian dihati. Errrgghh…!!!

Tapi gw sempet ketawa puas setelah gw inget barang yang gw taro di bagian tas yang sempet di ubek-ubek sama copet tadi, adalah celana dalam bekas gw pakai dan kaos kaki kesayangan gw yang hampir sebulan belum gw cuci. hehehe..!

Menurut legenda barang siapa yang setelah dia menyentuh barang-barang antik itu, lalu dia makan tanpa cuci tangan dengan 7 jenis kembang dari 7 sumur selama 7 hari 7 jam 77 menit 77 detik, maka akan terjadi sesuatu dengan dirinya khususnya perutnya -Muntaber-muntaber deh lo- Cialaan..!!

————