Mudah Sekali Bagi Allah..
October 8, 2009 – 8:20 amAllah tidak serta merta menegur hambanNya dengan keras tanpa ada peringatan-peringatan dan teguran-teguran kecil sebelumnya. Dan mungkin sampai saat peringatan-peringatan kecil itu tidak dihiraukan bahkan mungkin ditentang hambaNya, barulah teguran yang cukup keras Dia turunkan.
Apakah kita tidak pernah mengadakan survei atau mencari tahu ke negeri-negeri yang Allah telah tegur mereka dengan keras. Lihatlah kehidupan mereka sebelum datangnya teguran dan setelah itu.
Apakah dinegeri itu setelah turunnya teguran, mereka yang takut kepadaNya lebih sedikit dari sebelum datangnya teguran? atau sebaliknya, malah jauh lebih banyak.
Apakah dinegeri itu setelah turunnya teguran, mereka yang bersyukur lebih sedikit dari jumlah mereka sebelum datangnya teguran? atau sebaliknya, malah jauh lebih banyak.
Apakah dinegeri itu setelah turunnya teguran, Mesjid-mesjid terbengkalai dan tidak dimakmurkan? atau sebaliknya, mesjid-mesjid menjadi ramai dan makmur.
"Sesungguhnya bila Allah menghendaki hambanya menjadi baik, maka Dia akan (menimpakan) musibah kepadanya"
Sangat mudah bagi Allah membolak-balikan hati hambaNya, salah satunya melalui teguran keras yang Dia turunkan. Saat teguran keras mendera hambaNya, maka secara manusiawi hambaNya akan trauma dan akan lebih dekat lagi denganNya. Karena Allah lebih tahu sifat hambaNya dibandingkan hambaNya sendiri.
Seperti mudahnya suatu kaum berbuat suatu kebatilan, melanggar perintah-perintahNya, mengerjakan laranganNya, merampas hak-hak orang lain, melalaikan kewajibannya. Maka, begitu mudah juga bagi Allah untuk mencabut kenikmatan mereka dan menghancurkan semua yang mereka banggakan. Bahkan Allah akan mengganti mereka dengan umat baru yang lebih baik.
Sangat mudah juga bagi Allah mengganti umat yang terus-menerus membangkang dengan umat yang lebih baik. Dengan teguran keras, trauma, mereka lebih mendekatkan diri kepadaNya, Allah balikan hati mereka yang sebelumnya jauh dari rahmatNya hingga menjadi hati yang selalu condong (istiqomah) kepadaNya. Sehingga lahirlah satu umat baru yang takut kepadaNya, umat yang lebih baik dari umat sebelumNya walaupun secara fisik mereka tidak berubah.
Allah SWT akan terus memperhatikan hamba-hambaNya dengan berbagai bentuk perhatian. Dengan satu tujuan dan maksud yaitu agar mereka kembali ke jalan dan ridhaNya. Justru mereka yang tidak pernah diperhatikanlah yang seharusnya merasa khawatir dan was-was.
"Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi hambanya maka Dia akan menyegerakan hukumannya di dunia, dan bila Allah menghendaki keburukan bagi hambanya maka dia akan menunda (hukumannya) atas dosa-dosanya sehingga Allah akan menyempurnakan hukuman baginya di akhirat kelak. (HR. Al-Imam At-Tirmidzi dari shahabat Anas ibn Malik radhiyallahu ‘anhu)". Wallahu ‘alam bishawab.
————-
Ditulis saat dikantor, beberapa hari setelah gempa 30 Sep 09, Sumbar.
"Semoga Allah menjadikan korban(muslimin/muslimat) seperti meninggalnya para syuhada, dan membalikkan hati kami yang masih hidup agar kembali kepadaNya" -amiin-
