oeoe-op

Sukses itu prosesnya..

April 2, 2009 – 11:23 am

"Lo mah enak, udah kerja.. lihat gw, buat makan aja susah"

"Lo mah enak ga usah mikirin apa-apa lagi, rumah udah ada, mobil ada.. coba tengok gw?"

"Waah enak lo mah udah sukses, semua ada.. gw dari dulu gini-gini aja.."

Hmmh.. familiar dengan kalimat-kalimat diatas??
Tak jarang gw dengar kalimat-kalimat itu dari orang-orang sekitar gw, dari obrolan orang-orang yang kebetulan gw terlibat disitu, dimanapun gw berada keluhan semacam itu tak jarang gw denger. Atau anda sendiri pernah berkata seperti itu?

Gw pribadi pernah dan lumayan agak sering berpikir seperti itu, apalagi kalo ketemu teman lama dan gw lihat dia terbilang sukses bin berhasil dalam hidupnya. Sontak saja kalimat itu keluar walopun hanya dalam hati saja.

Dari kacamata gw, kalimat-kalimat itu lebih tepat diucapkan oleh orang-orang yang terlalu pesimis dan agak sedikit skeptis(cieee.. istilahnya) dalam hidupnya. Dia hanya melihat keberhasilan seseorang dari apa yang sudah orang itu peroleh. Dari harta yang dimilikinya, dari karir yang dicapainya, dll. Dia tidak melihat pelajaran yang lebih penting dari keberhasilan itu.

Apa yang lebih penting dibalik itu??
Mungkin sebagian dari anda sudah tahu jawabanya, Yups.. seperti apa yang sering disampaikan oleh motivator, temen curhat -halah- yang terpenting adalah "Proses"-nya.

Melihat temen sukses tanpa memperhatikan perjuangan dia mencapai kesuksesannya itu, ingin seperti mereka yang berhasil tapi tidak mau meniru kerja keras mereka. Yang diinginkan selalu  instan dan cepat saja. Padahal logikanya sesuatu yang diperoleh dengan cepat itu, akan hilang dengan cepat juga.

Seorang teman pernah menulis, seandainya sukses itu tidak membutuhkan perjuangan yang keras mungkin dikala orang lain kerja keras banting tulang, mending kita enak-enakan saja dirumah, tidur, makan, nonton TV dan memanjakan diri.

Lain lagi dengan teman yang lain, dia senang sekali bila mendapat masalah dalam pekerjaannya. Selain karena ada problem berarti ada uang, alasan utamanya adalah dia merasa senang karena Allah memperhatikan hidupnya. Bayangkan kalo hidup kita "lurus-lurus" aja.

Yang lebih parah lagi adalah setelah gelap mata melihat keberhasilan orang lain tanpa melihat proses dibalik layarnya, tak jarang yang dilakukan orang-orang adalah malah berandai-andai, ber-jikalau, ber-seumpamanya dll.

Akhirnya lupa akan apa yang seharusnya dia lakukan yaitu berikhtiar/bekerja semaksimal mungkin dan menyerahkan hasilnya kepada Allah. Yang ada di benaknya hanyalah lamunan, membayangkan keberhasilan dia kelak dan hayalan-hayalan lainnya.

Akhirnya sampai disuatu masa dia sudah tidak bisa melamun lagi dan keberhasilanpun tidak pula menghampiri dirinya. Akibatnya apa?

Akibat yang paling sering ditemui adalah menyalahkan lingkungan disekitarnya, meyalahkan orang lain, orang tua dan keluarganya, menyalahkan keadaan bahkan tidak sedikit yang lantas menyalahkan Allah SWT. Naudzubillah.

Kenapa harus kerja keras? toh rezeki itu udah ada yang ngatur dan gak bakal ketuker sama kambing. Atau kenapa harus kerja keras? orang tua pun masih banyak hartanya dan gak bakal habis sampai beberapa turunan kedepan.

Justru jangan titik akhirnya yang kita lihat, jangan lihat apa yang Allah akan berikan (karena kalo Allah berjanji pasti tidak akan ingkar) tapi pahamilah apa yang seharusnya kita lakukan untuk mencapai janji Allah itu.

Jangan melihat harta orangtua kita yang mungkin gak bakalan abis, tapi perhatikanlah bagaimana kerja keras orangtua kita untuk mengumpulkan harta tersebut.

Ayo sebelum terlambat, sebelum malaikat Izrail a.s menjemput, kita luruskan niat dan selalu berprasangka baik kepada Allah SWT. Mulailah melakukan perubahan, jangan jadi pemalas apalagi anda muslim/muslimah.

Hmmh..Bahkan Allah sendiri berfirman bahwa Dia tidak akan merubah suatu kaum kecuali mereka sendiri mau merubahnya. Islam-pun sangat keras terhadap para pemalas sampai-sampai gw pernah  mendengar bahwa bumi itu tidak rela diinjak oleh orang yang setelah waktu dhuha masih terlelap dalam tidurnya.

seperti apa yang sering dinasehatkan oleh AA Gym. Jika ingin melakukan perbaikan maka:

- Mulailah dari diri sendiri
- Mulailah dari hal yang kecil-kecil
- Mulailah dari sekarang

————————–

Ditulis setelah mendengar keluhan-keluhan "orang terdekat" tentang kerjaannya. :P


  1. 2 Responses to “Sukses itu prosesnya..”

  2. salam blogger,
    lg pengen baca artikel motivasi,
    terimakasih motivasinya

    By rachmat on May 16, 2009

  3. sama-sama belajar mas.. :D

    By Administrator on May 18, 2009

Post a Comment