Tamu Agung..
November 20, 2008 – 4:56 am"Bete ih..!!, karena tiba-tiba gw disuruh beres-beres rumah, ngepel, masukan barang-barang ga penting, ngerapikan barang-barang gw dll. Cuma karena bokap gw mau terima tamu"
Sebagai contoh dari level negara, kita bisa lihat bagaimana "pusingnya" persiapan suatu negara jika akan menyambut tamu dari negara lain, entah itu untuk kunjungan kepala negara atau-pun duta-dutanya.
Tingkat daerah pun mungkin sama, tak jarang kita lihat perbaikan jalan, pengamanan ketat, pembersihan dimana-mana hanya untuk menyambut kunjungan presiden atau pejabat dan teman-temannya.
Dalam kehidupan masyarakat sehari-hari pun dapat kita temui fenomena ini. Orang-orang akan berperilaku baik, sopan, menutup aurat dan bela-belain pinjem kerudung(mungkin) bila kedatangan tamu seorang ulama ,kiyai atau setingkatnya.
Dirumah, gw pernah mengalami sendiri bagaimana sibuknya orang rumah "menyembunyikan" barang-barang yang gak dianggap penting, merapikan rumah, berpakaian sopan karena calon mertua kakak gw akan datang berkunjung.
Hmmh.. ternyata persiapan maksimal adalah harga mati untuk menerima tamu yang kita hormati, hargai. dengan kata lain apapun kita perbuat agar tamu agung itu nyaman dirumah kita.
Gw sempat membayangkan bagaimana jika seorang Rasulullah SAW berkunjung kerumah kita ya..? sehari saja!
"Apa yang harus kita lakukan..??" Panik, bingung, malu, atau apa??
Gw pribadi, Gw akan bereskan rumah senyaman mungkin. Poster, gambar dan foto-foto yang tidak pantas dipajang bakal gw turunin semua dan gw ganti dengan sesuatu yang pantas dilihat sesuai tuntunan Beliau.
Gitar,asbak, rokok, buku, majalah-majalah dan barang-barang "aneh" lainnya akan gw ganti dengan bacaan-bacaan Islami, benda islami dan Al-Quran tentunya.
Gw dan keluarga akan berpakaian selayaknya pakaiannya muslim dan muslimat. Semua isi rumah dan perilaku penghuninya akan berubah drastis menjadi "islami" untuk satu hari itu saja.
Kenapa kita lakukan itu ??
Karena tamu yang datang itu adalah seorang Rasul Allah, panutan umat, kekasih Allah. Malu rasanya bila Beliau berkunjung ternyata keadaan rumah, keluarga dan lingkungan kita tidak sesuai dengan apa yang Beliau tuntun dan ajarkan.
Jadi berubah dulu selama sehari itu untuk menghormati kedatangan beliau. Lalu bagaimana setelah kunjungan itu selesai. Apakah suasananya akan kembali seperti semula??
Kunjungan Rasulullah sehari saja bisa membuat kita berubah segitu dahsyatnya. Bahkan kunjungan seorang kepala negara, pejabat bahkan seorang ulama-pun kita persiapkan dengan sedemikian maksimalnya.
Bodoh rasanya bila setiap hari dalam hidup kita tidak diisi dengan kebaikan karena kita tahu ada Dzat yang lebih agung dan mulia yang setiap hari berkunjung.
Apakah kita tidak sadar kalo Allah berkunjung ke rumah kita setiap hari? atau kita pura-pura tidak tahu karena tidak melihatNya padahal Dia maha melihat..
Lalu sudahkan ada persiapan untuk menyambut kedatangan-Nya setiap hari, setiap jam, menit dan detik atau bahkan satuan waktu yang lebih kecil dari itu.
Atau hanya biasa saja..??
Wallahualam..

3 Responses to “Tamu Agung..”
Pak ustadz,
waaa makin lama makin dalem ne, pencarian religiusnya. Semoga tetap pada ‘track’ yang benar. Amien!
Emang waktu terima tamu camer, Om Gun pinjem kerudung??? Ato Om Gun kasih kerudung ke camer?? *kabuurrrr, takut kena getok*
By mel on Nov 21, 2008
heu3..Amiin mba
cuma menulis unek-unek ajah, tapi insyaAllah masih
dalam “track”
By Administrator on Nov 21, 2008
Assalamu’alaikum
Ikhwah Fillah, Silahkan Kunjungi Radio Muslim Online di http://radiomuslim.com semoga bermanfaat
Wassalamu’alaikum
By rahmat s on Mar 29, 2009