oeoe-op

Setitik Cahaya Menjelang Ramadhan..

August 29, 2008 – 10:52 am
 
Suatu kali dua bulan menjelang bulan Ramadhan Rasulullah berdoa:
"..Ya Allah Limpahkanlah keberkahan atas diriku pada bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah (usiaku) ke bulan Ramadhan.."
Dari doa Beliau yang singkat namun sarat makna ini, kita bisa menangkap bahwa betapa Rasulullah SAW mendambakan bulan Ramadha, meski masih dua bulan lagi (yaitu bulan Rajab dan Sya’ban) menjelang bulan Ramadhan, Beliau sudah memohon kepada Allah SWT untuk disampaikan usianya kepada bulan Ramadhan.

Hasrat Rasulullah SAW yang demikian mendalam terhadap bulan Ramadhan, kiranya membuat kita bertanya-tanya, merenungi mengapa Beliau SAW sangat mendambakan bulan Ramadhan?

————————

Penggalan isi khotbah Jumat diatas "jujur" bikin darah gw mengalir lebih kencang dari ujung kaki ke ujung kepala, dan juga bikin jantung gw berdebar seperti genderang mau perang (Sorry om dhani, lirik lagunya dipinjem).

Waktu gw tanya hati gw tentang "merindukan Ramadhan" ini, gw cuma bisa merenung.. Bayangkan ajah, Rasulullaha SAW yang seorang nabi dan udah dijamin masuk surga, sampai segitu rindunya sama Ramadhan. Lantas gw, makhluk bejad ini, yang masih syukur dikasih kesempatan hidup karena rahmat Allah yang luas. masih belum berpikir sampai begitu jauh..

———————–

Sebagai orang yang beriman hendaklah hatinya merasa senang akan datangnya bulan Ramadhan ini. kalaupun hatinya belum dihinggapi rasa gembira maka berpura-pura Gembira-lah dalam menyambutnya. lanjut khotib dalam khutbahnya..

———————–

Persis tuh, bener-bener gw banget. malahan lebih parah. Jangankan ngerasa seneng, pura-pura seneng-pun gak pernah ada dipikiran gw. Yang ada gw malah ngeluh :

"Ga minum beberapa jam ajah gw udah haus.. gimana seharian neh.."
"Gimana dong nanti, aktivitas gw bakal gak maksimal neh.."

Beragam alasan gw lontarkan, dari alasan pisik sampai psikologis. Hmmh.. Kemana ajah gw selama ini.. Istighfar oe.. istighfar.

Lalu khutbah ditutup dengan doa oleh khotib, sebenernya ga cuma doa aja seh tapi juga ada sedikit "muhasabah" atau "intropeksi diri" dari khotib. Mengingat dosa-dosa yang pernah dibuat, mengingat kebaikan orang tua yang gak mungkin terbalas, merasakan penderitaan saudara-saudara se-iman lainnya di Palestina,Iraq,Afghanistan dan diseluruh belahan bumi. Yang dengan segala keterbatasan mereka masih istiqomah kepada Allah.

Gak kerasa, air mata gw jatuh membasahi pipi. Waktu itu ga ada sepenggal kata-pun yang keluar dari mulut gw kecuali kata "Astaghfirullah.." Ampuni hambamu ini ya Allah. telah hamba sia-siakan semuanya. .segalanya..

 
-Marhaban Ya Ramdhan, Selamat menunaikan ibadah puasa Mohon Maaf Lahir Bathin- 
 

No comments yet.

Post a Comment