Dirgahayu RI ke- 61..
August 9, 2006 – 4:30 am
Setiap pulang beraktivitas, saya selalu melalui jalan-jalan protokol di Jakarta yang tentu saja di sampingnya berderet gedung-gedung pencakar langit. Gedung-gedung yang besar dan tinggi, megah dengan warna-warna milleniumnya. Kaca-kacanya yang bersih dan halaman gedung yang tertata rapi. Orang- orang yang keluar masuk gedung-gedung itu-pun rata-rata berpakaian bagus, rapi dan bersih.
Seperti biasa mata saya tidak bisa diam dan selalu melihat kesana kemari, karena menurut saya sayang sekali kalo melewatkan objek-objek yang menarik begitu saja. ketika sedang asyik melihat kesana-sini, tiba-tiba pandangan saya tertuju pada sebuah bendera merah putih yang tergantung pada tiang putih di halaman sebuah gedung.Warna merah putih-nya sudah tertutup debu, iiihhh..kotor sekali. Merah yang melambangkan keberanian dan putih yang melambangkan kesucian tidak tampak lagi pada bendera itu. Tidak ada lagi kegagahan dan kewibawaan ketika saya melihat bendera itu.
Dan ternyata bukan hanya satu gedung saja yang benderanya kotor seperti itu, beberapa gedung yang saya lalui hampir sama keadaannya-bendera merah putihnya kotor. Kontras sekali memang, bila kita lihat lagi gedung-gedung yang sangat megah tetapi bendera yang dikibarkan bendera kotor, kusam dan lecek. Tapi itu juga saudah bagus, dibandingkan yang tidak meng-kibarkan sang merah putih sama sekali. Saya jadi teringat lirik lagu Iwan Fals yang berbunyi :
"Lusuhnya kain bendera di halaman rumah kita bukan satu alasan untuk kita tinggalkan"
"DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-61"
