Andai lebih lama, Andai masih baru, Andai semuanya..
May 22, 2009 – 11:13 am
Mungkin ada yang sudah melihat sebuah reality show pada salah satu stasiun TV di Indonesia. Reality show ini menampilkan dimana ada seseorang yang berpura-pura meminta tolong kepada orang lain yang dia temui dijalan, warung, rumah dll.
Ditemani kamera tersembunyi dia berkeliling mencari orang-orang yang bersedia menolong kesusahannya. Tidak gampang mencari orang yang benar-benar mau menolong, bahkan setelah lebih dari 20 orang untuk dimintai tolong tetap saja belum ada yang mau menolong, walaupun ujung-ujungnya ada juga orang yang mau menolong.
Salah satu hikmah dari acara tersebut(dibalik ada rekayasa atau tidak), dapat kita perhatikan bahwasanya tidak semua orang dianugerahi rahmat oleh Allah untuk menolong sesama dan tidak semua orang Dia gerakkan hatinya untuk menolong.
Ada sebuah kisah dari salah satu sahabat Rasul ketika sahabat itu meninggal. Setelah Rasul menguburkannya Beliau menemui istri sahabat tersebut dan menanyakan apakah ada wasiat yang ditinggalkan.
Istri sahabat tersebut menjawab bahwa memang ada wasiat yang ditinggalkan suaminya. Tapi dia sendiri tidak mengerti maksud dari wasiat itu. Sebelum meninggal (dalam sakaratul maut), suaminya mengucapkan tiga buah kata yaitu :
- andai lebih lama..
- andai masih baru..
- andai semuanya..
Rasul tersenyum dan menjelaskan bahwa suaminya adalah salah seorang sahabat yang di ridhoi Allah SWT. Lalu Beliau menjelaskan satu-satu makna dari kata-kata suaminya itu.
Andai lebih lama..
Dulu sebelum sahabat itu meninggal, pernah suatu waktu ketika dia akan melaksanakan sholat subuh. Dijalan dia bertemu dengan seorang kakek tua yang apabila kakek itu terjatuh sudah pasti tidak bisa bangun sendiri, dan kebetulan tidak ada orang disekitar situ hingga tidak akan ada yang menolongnya. Dengan penuh kesabaran dia menolong kakek itu dan menjaganya sampai tiba di mesjid, walaupun konsekuensinya adalah dia terlambat sholat berjamaah di mesjid.
Ternyata Allah ridha dengan perbuatannya dan saat sakaratul maut Allah perlihatkan besarnya balasan pahala yang diperolehnya, sehingga sahabat itu mengucapkan "andai lebih lama..", maksudnya andai saja jarak ke mesjid masih jauh sehingga dia bisa menjaga kakek itu lebih lama dan balasan yang diperolehnya-pun lebih besar.
Andai masih baru..
Suatu malam yang sangat dingin sekali, sahabat itu melihat ada orangtua yang mengigil kedinginan saat dia akan pergi ke mesjid. Dia sendiri tidak terlalu dingin karena jaket yang dia pakai. Karena tidak tega melihat orang tua tersebut dengan ikhlas dia melepaskan jaketnya dan dipakaikan pada orangtua yang kedinginan tersebut. walaupun akhirnya dia sendiri yang akhirnya kedinginan.
Allah-pun ridho akan perbuatan sahabat tersebut dan saat sakaratul maut Allah perlihatkan besarnya balasan pahala yang diperolehnya, sehingga sahabat itu mengucapkan "andai masih baru..", maksudnya andai saja jaket yang dia berikan itu jaket yang masih baru tentu saja balasan yang dia dapatkan lebih dari ini.
Andai semuanya..
Selepas bekerja dan sangat lapar sekali sahabat itu pulang kerumahnya dan didapatinya sebuah roti panas yang dihidangkan oleh istrinya. Saat akan menyantapnya tiba-tiba terdengar ketukan dari luar rumah. Setelah dilihat didapatilah seorang musafir yang meminta makan. Dengan ikhlas dia membagi makanan yang hanya cukup untuk satu orang itu.
Perbuatan dia ternyata diridhoi oleh Allah dan saat sakaratul maut Allah perlihatkan besarnya balasan pahala yang diperolehnya, sehingga sahabat itu mengucapkan "andai semuanya..", maksudnya andai dia memberikan makanan itu semuanya tentu saja pahala yang dia peroleh akan lebih besar dari sekarang.
Begitulah Rasul menuturkan maksud dari ucapan sahabat tersebut sesaat sebelum dia meninggal kepada istrinya. Betapa besarnya balasan dari Allah bila kita ikhlas mau menolong, mau memberi dan mau menyisihkan waktu sejenak untuk membantu orang lain.
Berbahagialah kita yang senantiasa bisa menolong, bersedekah dengan apapun, dengan cara bagaimanapun dan kepada siapapun yang kita temui dimanapun. Berbahagia karena Allah telah memilih kita menjadi perpanjangan tangan-Nya dalam menyampaikan rizki-Nya. Subhanallah..
—————————-
Ditulis setelah mendengar khutbah jumat di German Center-BSD.
Buku berukuran sedang ini berisi pengalaman-pengalaman pribadi penulisnya yang ia ceritakan dan ia kaitkan dengan hikmah dibalik semua pengalamannya itu. Buku yang menarik menurut gw, ringan tapi banyak pelajaran yang bisa gw peroleh dari membaca buku itu.
Singkat cerita, dimulailah balapan itu. Setiap peserta bersiap-siap dengan mobilnya masing-masing. Tiba-tiba Mark mengangkat tanngan tanda interupsi sebentar untuk berdoa. Panitia mengizikannya berdoa, dan setelah komat-kamit sebentar Mark-pun siap untuk berlomba.
"Lo mah enak, udah kerja.. lihat gw, buat makan aja susah"

Subhanallah..
