Pengaruh Buruk ..
January 8, 2010 – 10:26 am
Sehari kemudian temannya kembali mengajak Andi untuk menghisap barang itu lagi, dan kali ini Andi mulai merasakan nikmatnya barang haram itu. Hari ketiga, tanpa disuruh Andi yang sudah merasakan nikmatnya menghisap ganja datang kerumah temannya, padahal temannya tidak mengajak Andi. Tapi karena Andi tiba-tiba datang, Akhirnya mereka kembali menghisap ganja berdua.
Dihari ke empat, Andi sudah mulai sedikit ketagihan. Pagi-pagi sekali dia pergi kerumah temennya dengan harapan ada ganja disana. Malang bagi Andi, temannya tidak ada dirumah yang otomatis barang yang dia harapkan-pun tidak ada.
Sedikit stress karena sesuatu yang dia inginkan tidak ada, membuat Andi marah-marah dirumahnya. Ibu Andi bingung dan bertanya-tanya dalam hati, kenapa Andi pulang marah-marah? Dengan senyum ikhlasnya ibu Andi menghampirinya.
"Kamu kenapa anakku, adakah yang bisa ibu bantu untuk sekedar meringankan bebanmu?" tanya sang ibu dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Andi serba salah, satu sisi dia ingin jujur kepada ibunya. Selama ini Andi memang pantang berbohong kepada ibunya. Disisi lain ada hasrat dan sugesti kuat dibenaknya, keinginan untuk menghisap ganja lagi.
Andi sangat bimbang sekali kala itu, dia dilema antara jujur dan tidak jujur. Diapun menjawab pertanyaan ibunya.
"Aku.. akuu.. mmmhh.. Tadi aku tidak sengaja menabrak tukang somay dikampung sebelah bu, abang-nya minta ganti rugi" ucapnya terbata-bata.
Kilatan dusta yang dipercikkan setan sudah menjalar di otaknya, setan didalam aliran darahnya sudah menguat dan bersiap menguasai hati Andi.
"Innalillah.. kirain ada apa, Berapa yang harus kamu ganti nak?" tanya sang ibu.
"Hmmmh.. abangnya minta 50 ribu.." sahut Andi lesu.
Setan-setan dalam tubuh Andi sudah mulai tersenyum tanda akan diraihnya kemenangan mereka. Gerombolan mahkluk laknat itupun sudah memulai serangannya ke bagian tubuh Andi yang paling sendisitif, yaitu hatinya.
"Ini, kebetulan tadi siang ada pesanan jahitan yang lumayan banyak. Pakai uang ini nak.. senyumlah lagi, jangan kau cemberut seperti itu. Ibu bahagia bila kamu bahagia nak.."
Ibu Andi menyodorkan uang 50 ribu hasil menjahitnya. Uang yang dengan keringat dan jerih payahnya semalaman menyelesaikan jahitan, ikhlas dia berikan untuk anak tersayangnya itu.
Tanpa basa-basi Andi yang hatinya sudah dikuasai setan, mengambil uang itu dan segera pergi keluar rumah untuk satu tujuan. Ia pergi kerumah tetangganya di pinggiran kampung.
Sewaktu sama-sama menghisap ganja dirumah temannya. Andi sempat bertanya darimana temannya dapat barang itu. Temannya dengan sigap menunjuk kearah rumah tetangganya yang letaknya dipinggir kampung. Rumah yang sedang dituju Andi saat ini, Iya, Andi akan menggunakan uang ibunya untuk membeli barang haram itu.
Astaghfirullah, dari cerita diatas ternyata hanya butuh empat kali percobaan "membiasakan" menghisap ganja saja bagi setan untuk menjerumuskan seorang Andi kedalam kesesatan. Andi yang lugu bahkan tega menipu ibunya sendiri.
Itulah pengaruh buruk, satu kali masih diajak, dua kali minta diajak, tiga kali dia berusaha mencari sendiri.. Nauudzubillah..
——-
ditulis saat ingat masa ugal-ugalan dulu, hmmh maaf ibu.
Seorang teman terlihat sangat sibuk sekali hari itu, ditangannya terdapat beberapa lembar ijazah, surat lamaran dan beberap dokumen lainnya.
Mungkin ada yang sudah melihat sebuah reality show pada salah satu stasiun TV di Indonesia. Reality show ini menampilkan dimana ada seseorang yang berpura-pura meminta tolong kepada orang lain yang dia temui dijalan, warung, rumah dll.
Buku berukuran sedang ini berisi pengalaman-pengalaman pribadi penulisnya yang ia ceritakan dan ia kaitkan dengan hikmah dibalik semua pengalamannya itu. Buku yang menarik menurut gw, ringan tapi banyak pelajaran yang bisa gw peroleh dari membaca buku itu.
Singkat cerita, dimulailah balapan itu. Setiap peserta bersiap-siap dengan mobilnya masing-masing. Tiba-tiba Mark mengangkat tanngan tanda interupsi sebentar untuk berdoa. Panitia mengizikannya berdoa, dan setelah komat-kamit sebentar Mark-pun siap untuk berlomba.